Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Sep 2014 10:21 WIB

Altar Suci Warga Jepang Ternyata Made in Makassar

- detikFinance
Makassar - Bagi warga Jepang, fungsi altar suci atau biasa disebut Butsudan bisa lebih dari segalanya. Bentuk Butsudan yang menyerupai lemari kayu artistik yang berfungsi sebagai alat penyimpanan benda keagamaan atau abu jenazah keluarga yang diistimewakan oleh mayoritas warga Jepang penganut agama Shinto.

Tiada disangka, Butsudan yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah itu ternyata diimpor dari Indonesia. Butsudan istimewa yang terbuat dari kayu Eboni diproduksi PT Maruki Internasional, perusahaan khusus pembuat Butsudan yang berpusat di Makassar.

Setiap paket Butsudan produksi PT Maruki tercantum di kemasan kardus 'Made in Indonesia'. Selain dari kayu Eboni, Butsudan yang diproduksi PT Maruki juga terbuat dari kayu Amara, Jati dan Sonokling.

GM Produksi PT Maruki Internasional Andi Amin pada detikFinance, Kamis (11/9/2014), menyebutkan bahwa perusahaan pembuatan Butsudan di Makassar, Sulawesi Selatan ini dirintis oleh Nurdin Abdullah, Guru Besar Ilmu Kehutanan Universitas Hasanuddin yang juga Bupati Bantaeng, pada tahun 1997 silam bersama Mr. Kobayashi, pengusaha asal Jepang, di lahan seluas 10 hektar di Keluarga Kapasa, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

"Setiap tahun kami menargetkan sebanyak 7.800 set Butsudan diekspor ke Jepang, dengan kisaran US$ 8 juta, di setiap kota di Jepang kami memiliki showroom yang memajang beragam jenis Butsudan," ujar Amin.

Amin menambahkan saat ini perusahaannya mempekerjakan lebih dari seribu karyawan, yang 200 orang di antaranya merupakan tenaga pengukir terampil dari Jepara, Bali dan Makassar. Selain itu, PT Maruki juga mempekerjakan 4 tenaga kerja asal Jepang sebagai tim Quality Control.

"Kami membuat Butsudan dari kayu-kayu berkualitas, seperti kayu hitam Eboni yang berasal dari Sulawesi Tengah, termasuk kayu import dari Honduras, kayu tersebut kami awetkan dengan menggunakan sistem pengeringan kayu, lalu setiap dua minggu kita melakukan pengiriman sesuai pesanan dari Jepang," kata Amin.

(mna/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed