Perseroan mendapatkan kepercayaan dari Welch's untuk menggunakan merek, melakukan produksi, packaging atau pengemasan, distribusi, penjualan, dan marketing produk-produk minuman jus. Kerjasama ini dilakukan selama 10 tahun ke depan.
"Kita kerjasama penjualan minuman. Ini merek terkemuka di dunia. Kapasitas produksi, target 5 juta botol setahun untuk tahun pertama dan akan naik 20-30% per tahun," kata Direktur MDRN Henri Honoris di kantor pusat perseroan, Matraman, Jakarta, Selasa (16/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai akhir tahun bahan baku masih impor konsentratnya dan akan bertahap akan diproduksi lokal, 80% produksi lokal dan semaksimal mungkin akan produksi lokal. Termasuk packaging dan bahan-bahan. Ini pakai anggur jenis concord. Kita punyalah anggur jenis ini tinggal modifikasi dan akan sesuaikan dengan kebutuhan," katanya.
Dia menyebutkan, dengan adanya produk baru ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap total pendapatan perseroan 10-15% per tahun.
Secara keseluruhan, perseroan menargetkan bisa menaikkan angka penjualan hingga 20-30% per tahun, dengan kenaikan laba 15-20% per tahun. Tahun lalu saja, angka penjualan perseroan sudah mencapai Rp 1,2 triliun. Mayoritas angka penjualan perseroan dikontribusi 70% dari penjualan produk-produk 7-Eleven.
"Total penjualan tahun lalu Rp 1,2 triliun. Tiap tahun target naik 20-30% untuk penjualan, 15-20% nett profit. Target sales 10-15% dari total penjualan MDRN dari produksi Welch's ini," ujar dia.
Henri menambahkan, saat ini permintaan jus di Indonesia sedikitnya 990 juta liter per tahun. Dari angka ini, paling tidak perseroan bisa mengambil porsi 1% untuk ikut memenuhi permintaan.
"Jadi 990 juta liter per tahun permintaan jus, target 5 juta kita itu masih di bawah 1%," tandasnya.
(drk/dnl)











































