Pesawat hasil karya pabrik yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini dijual US$ 31,2 juta, atau Rp 343 miliar. Apa resep PTDI sehingga bisa berhasil menjual burung besi canggih buatan Bandung ke Royal Thai Police?
Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI Budiman Saleh menyebut, keberhasilan pihaknya memikat otoritas di Thailand karena keunggulan pesawat CN235.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka butuh pesawat yang mampu untuk angkutan cargo, medical evacuation, mampu sebagai passager atau troip transport, mampu untuk SAR, mampu bawa penumpang VIP. Ada 5 konfigurasi yang dibutuhkan tapi anggaran pesawat mereka terbatas," kata Budiman kepada detikFinance, Jumat (26/9/2014).
Setelah proses persaingan dengan produsen pesawat luar negeri, otoritas Thailand kemudian menunjuk langsung PTDI sebagai pemasok pesawat untuk Royal Thai Police.
"Ini bersifat penunjukan langsung. Memang ada proses yang lama. Di sana ada juga produsen pesawat asal Eropa," sebutnya.
Keberhasilan PTDI juga tidak lepas dari kemampuan para insinyur PTDI dalam melakukan rekayasa dan pengembangan varian CN235. Proses ini dilakukan secara berkala untuk mengikuti kebutuhkan pasar.
"Sekarang dilengkapi glass cockpit dan sudah ada bagian beberapa dilakukan perubahan," sebutnya.
PTDI juga berpengalaman menjual armada CN235 ke beberapa negara Asia hingga Afrika.
"CN235 kita ada di Malaysia, Korea Selatan, Pakistan, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam. Di Afrika ada di Senegal dan Burkina Faso," ujarnya.
(feb/dnl)











































