Pilotnya Mogok Kerja 2 Minggu, Maskapai Ini Rugi Rp 2,7 Triliun

Pilotnya Mogok Kerja 2 Minggu, Maskapai Ini Rugi Rp 2,7 Triliun

- detikFinance
Senin, 29 Sep 2014 11:01 WIB
Pilotnya Mogok Kerja 2 Minggu, Maskapai Ini Rugi Rp 2,7 Triliun
Paris - Gara-gara pilotnya mogok kerja 2 minggu, maskapai asal Prancis, Air France, merugi hingga 200 juta euro (US$ 250 juta) atau sekitar Rp 2,75 triliun.

Dilansir dari AFP, Senin (29/9/2014), serikat kerja pilot maskapai ini mogok kerja, karena Air France berencana untuk mengembangkan maskapai murah (low cost carrier) Transavia, selaku anak usahanya.

Namun, akhirnya pada Minggu kemarin, mogok berakhir, setelah serikat pekerja dan maskapai mendapatkan kesepakatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Air France memang melihat Transavia bisa menjadi jalan untuk memperbaiki pangsa pasar maskapai ini. Karena di Prancis, pangsa pasar penerbangan mulai diambil alih oleh maskapai murah seperti Easyjet dan Ryanair.

Juru Bicara SNPL Union, atau serikat pilot, Guillaume Schmid mengatakan, para pilot Air France cemas, sejumlah penerbangan akan digantikan oleh Transavia. Bila ini terjadi, maka kontrak mereka bisa diputus. Selama ini para pilot Air France digaji 250 ribu euro per tahun.

Hari ini, Air France sepertinya masih akan menutup 60% penerbangannya karena buntut mogok para pilot. Namun seluruh penerbangan diharapkan bakal normal dalam 2 atau 3 hari ke depan.

Menanggapi mogok pilot selama 14 hari ini, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan, ini semua karena kesalahpahaman, dan merugikan penumpang, perusahaan, serta ekonomi negara.

Kerugian karena mogok ini mencapai 15 juta-20 juta euro per hari. Penerbangan ribuan penumpang terganggu. Akibat mogok ini, saham Air France jatuh 15%.

(dnl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads