Bila Harga BBM Naik Rp 3.000, Harga Semen Cs Ikut Terkerek Hingga 15%

Bila Harga BBM Naik Rp 3.000, Harga Semen Cs Ikut Terkerek Hingga 15%

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2014 13:35 WIB
Bila Harga BBM Naik Rp 3.000, Harga Semen Cs Ikut Terkerek Hingga 15%
Jakarta - Pemerintahan Jokowi-JK dikabarkan bakal menaikkan harga BBM subsidi menjadi Rp 9.500 per liter atau naik Rp 3.000 per liter. Bila rencana ini terealisasi, harga bahan bangunan seperti semen bakal terkerek naik hingga 15%.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini mengatakan, komponen material seperti aspal, semen, beton umumnya diangkut melalui transportasi darat. Bila harga BBM naik, otomatis ongkos distribusi produk bahan bangunan juga akan naik.

"Aspal itu sebagian besar mengikuti harga BBM. Besi, baja semen, itu diangkut oleh transportasi darat," kata Hediyanto ditemui di sela konferensi pers Concrete Show di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengatakan, biaya transportasi dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) saat ini berkontribusi 30% dari keseluruhan biaya produksi pembangunan sebuah proyek konstruksi.

"Kalau naik Rp 3.000. Bisa sampai 15% ke konstruksi naik. Hampir 30% biaya komponen," tambah Hediyanto.

Meski demikian, ia menambahkan kenaikan BBM ini memang perlu segera dilakukan. Alokasi subsidi BBM yang selama ini tak tepat sasaran bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, bandara, dan pelabuhan.

Terutama pelabuhan, karena menurutnya itu bakal sangat mendukung rencana Presiden Terpilih Jokowi untuk mengembangkan proyek tol laut.

"Memang maritim bisa kita utamakan. Jangan di darat saja karena terlalu boros. Kalau tol laut kita anggap sebagai lahan kita juga, kita prioritaskan," tutupnya.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads