Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Hediyanto W Husaini mengatakan, komponen material seperti aspal, semen, beton umumnya diangkut melalui transportasi darat. Bila harga BBM naik, otomatis ongkos distribusi produk bahan bangunan juga akan naik.
"Aspal itu sebagian besar mengikuti harga BBM. Besi, baja semen, itu diangkut oleh transportasi darat," kata Hediyanto ditemui di sela konferensi pers Concrete Show di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau naik Rp 3.000. Bisa sampai 15% ke konstruksi naik. Hampir 30% biaya komponen," tambah Hediyanto.
Meski demikian, ia menambahkan kenaikan BBM ini memang perlu segera dilakukan. Alokasi subsidi BBM yang selama ini tak tepat sasaran bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, bandara, dan pelabuhan.
Terutama pelabuhan, karena menurutnya itu bakal sangat mendukung rencana Presiden Terpilih Jokowi untuk mengembangkan proyek tol laut.
"Memang maritim bisa kita utamakan. Jangan di darat saja karena terlalu boros. Kalau tol laut kita anggap sebagai lahan kita juga, kita prioritaskan," tutupnya.
(zul/hen)











































