Hal ini Untuk mendorong peningkatan ekspor produk kertas khususnya ke Australia. Saat ini ekspor kertas Indonesia, terbesar ke Tiongkok.
"Total nilai kerja sama bisnis mencapai AUD 35 juta atau masing masing AUD 25 juta untuk Paper Force (Oceania) Pty. Ltd dan AUD 10 juta untuk Solaris Paper Pty. Ltd dengan kontrak selama 1 tahun," kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak saat berdiskusi dengan media di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa ekspor kita turun? Karena bahan baku industri paper ini mulai berkurang karena ada larangan ekspor untuk kertas waste," katanya.
Ekspor salah satu produk turunan kayu yaitu kertas (pulp and paper) Indonesia ke Australia terbilang masih cukup rendah. Saat ini, Australia masih menempati urutan 17 negara tujuan ekspor produk kertas Indonesia.
Menurut catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag) nilai ekspor produk pulp and paper Indonesia ke Australia baru mencapai US$ 27,32 juta (Januari-Juli 2014). Tiongkok menjadi pasar terbesar produk kertas Indonesia dengan nilai mencapai US$ 651,95 juta.
"Tiongkok memang masih menjadi yang terbesar, Australia ada di posisi 17. Tempat kedua ada Jepang dan berikutnya Korea Selatan," ungkapnya.
(wij/hen)











































