Selain ke Tiongkok, RI Genjot Ekspor Kertas ke Australia

Selain ke Tiongkok, RI Genjot Ekspor Kertas ke Australia

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2014 17:45 WIB
Selain ke Tiongkok, RI Genjot Ekspor Kertas ke Australia
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi kerjasama business to business (B to B) antara perusahaan Indonesia yaitu PT Asia Pulp and Paper dengan perusahaan Australia yaitu Paper Force (Oceania) Pty. Ltd dan Solaris Paper Pty. Ltd. PT Asia Pulp and Paper berkomitmen memasok bubur kertas dan kertas kepada dua perusahaan Australia tersebut.

Hal ini Untuk mendorong peningkatan ekspor produk kertas khususnya ke Australia. Saat ini ekspor kertas Indonesia, terbesar ke Tiongkok.

"Total nilai kerja sama bisnis mencapai AUD 35 juta atau masing masing AUD 25 juta untuk Paper Force (Oceania) Pty. Ltd dan AUD 10 juta untuk Solaris Paper Pty. Ltd dengan kontrak selama 1 tahun," kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak saat berdiskusi dengan media di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia optimistis ekspor produk bubur kertas dan kertas ke Australia ditargetkan meningkat setiap tahun. Selama ini kinerja ekspor pulp and paper Indonesia pada periode Januari-Juli 2014 sebesar US$ 2,37 miliar atau menurun 3,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total nilai ekspor pulp and paper Indonesia tahun 2013 mencapai US$ 4,28 miliar.

"Kenapa ekspor kita turun? Karena bahan baku industri paper ini mulai berkurang karena ada larangan ekspor untuk kertas waste," katanya.

Ekspor salah satu produk turunan kayu yaitu kertas (pulp and paper) Indonesia ke Australia terbilang masih cukup rendah. Saat ini, Australia masih menempati urutan 17 negara tujuan ekspor produk kertas Indonesia.

Menurut catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag) nilai ekspor produk pulp and paper Indonesia ke Australia baru mencapai US$ 27,32 juta (Januari-Juli 2014). Tiongkok menjadi pasar terbesar produk kertas Indonesia dengan nilai mencapai US$ 651,95 juta.

"Tiongkok memang masih menjadi yang terbesar, Australia ada di posisi 17. Tempat kedua ada Jepang dan berikutnya Korea Selatan," ungkapnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads