Dolar Tembus Rp 12.000, Pengusaha Merasa 'Jatuh Tertimpa Tangga'

Dolar Tembus Rp 12.000, Pengusaha Merasa 'Jatuh Tertimpa Tangga'

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2014 11:12 WIB
Dolar Tembus Rp 12.000, Pengusaha Merasa Jatuh Tertimpa Tangga
Jakarta - Para pengusaha industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri bertubi-tubi menanggung beban usaha yang semakin berat. Selain biaya produksi yang terus naik karena kenaikan tarif listrik, kini mereka juga kena beban nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, kenaikan tarif listrik industri sudah terjadi beberapa kali di tahun ini, yang terakhir 1 September 2014. Parahnya lagi, nilai tukar rupiah menunjukkan tren melemah hingga dolar tembus Rp 12.200.

"Yang kita khawatirkan bukan dolarnya saja, yang langsung masuk ke jantung kita itu naiknya tarif listrik," kata Ade kepada detikFinance, Kamis (9/10/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, melemahnya rupiah terhadap dolar AS memang mempengaruhi biaya produksi karena sebagian benang dan serat untuk bahan baku TPT masih harus diimpor. Namun menurutnya biaya dari melemahnya rupiah tak terlalu signifikan, ketimbang beban kenaikan tarif listrik.

"Kalau soal dolar masuk kalkulasi tapi masih di bawah 1%, tapi kalau listrik itu di struktur biaya sudah 15%," katanya.

Ade menambahkan, kondisi listrik industri yang sudah tinggi dan melemahnya rupiah membuat pelaku industri TPT mendapat beban dua kali lipat. Apalagi tahun ini ada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang cukup memberatkan industri.

"Jadi istilahnya dengan kejadian ini, sama seperti orang yang sudah jatuh tertimpa tangga juga, sudah listrik naik, dolarnya menguat, sehingga biaya naik, tapi pasar lesu," katanya.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads