Kepala BKPM: Investasi Otomotif RI Melonjak 600% Dalam 5 Tahun

Kepala BKPM: Investasi Otomotif RI Melonjak 600% Dalam 5 Tahun

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2014 12:00 WIB
Kepala BKPM: Investasi Otomotif RI Melonjak 600% Dalam 5 Tahun
Jakarta - Kesempatan investasi di Indonesia saat ini masih sangat besar. Sejumlah sektor industri masih terbuka untuk para penanam modal. Namun otomotif masih jadi yang terfavorit.

Kepala Badang Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengungkapkan, dalam 5 tahun terakhir, lonjakan investasi di sektor otomotif mencapai 600%.

"Di sektor otomotif 5 tahun terakhir yaitu 2009-2014 peningkatan sektor otomotif mobil 600%. Tentunya ini sangat penting dilanjutkan ke depan," kata Mahendra, Kamis (9/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini disampaikan Mahendra dalam acara Trade and Investment Forum 2014. Acara yang digelar di JIExpo Kemayoran. Acara ini setidaknya dihadiri oleh perwakilan investor dalam dan luar negeri dan duta besar dari 102 negara di dunia.

Dalam acara ini, hadir juga Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwanda, perwakilan Kementerian Perindustrian dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia.

Mahendra mengatakan, pemerintah terus membuka diri bagi investor asing untuk berinvestasi

"Jadi saya ingin katakan kepada anda, nikmati pameran dagang dan lihat Indonesia lebih dalam bagaimana banyaknya potensial yang ada di tempat ini. Kesempatan berinvestasi di Indonesia cukup besar," papar Mahendra

Sedangkan peluang investasi terbesar di Indonesia saat ini ada di sektor tambang. Pemerintah membuka lebar bagi investor untuk membangun smelter atau pabrik pemurnian bahan tambang mentah.

"Kemudian pemrosesan untuk mineralm tembaga, alumunium, nikel sebelum diekspor diproses terlebih dahulu. Pemerintah mempromosikan untuk mengolah terlebih dahulu. Ini potensial untuk mengolah mineral kemudian nanti masuk ke manufaktur industri kendaraan bermotor. Jadi bisnis integrasi ini sangat potensial di Indonesia," paparnya.

Secara keseluruhan, jumlah rasio investasi asing (foreign direct investment) ke Indonesia selama 5 tahun terakhir meningkat dari 122 menjadi 126. Hal itu menandakan Indonesia sudah mulai dilirik dunia sebagai tempat yang nyaman untuk berinvestasi.

"Pemerintah terus melakukan promosi dan mengintegrasikan investasi di Indonesia. Lalu yang paling penting adalah mempercepat proses izin investasi di Indonesia," jelasnya.

(wij/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads