"Industri kita atau pengusaha itu malas untuk mengembangkan hilirisasi, membuat produk yang ada nilai tambah, menciptakan teknologi yang maju," kata Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia Rachmat Gobel, ditemui di Hotel Shangri-La, Senin (13/10/2014).
Rachmat mengatakan harga barang impor jauh lebih murah dibandingkan memproduksi sendiri, hal inilah yang menyebabkan industri nasional tidak bisa maju dan bersaing dengan industri negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain harmonisasi tarif, agar industri bisa bersaing ketat, pemerintah diharapkan dapat memberikan insentif lainnya misalnya bunga kredit yang murah untuk segmen korporasi. Saat ini bunga kredit untuk komersial bisa mencapai 12-13% per tahun.
"Harapan kita pemerintahan yang akan datang ini melihat kondisi industri kita sekarang, apalagi sebentar lagi kita memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, jujur kondisi kita (industri-industri dalam negeri) belum siap," tutupnya.
(rrd/hen)










































