Saat ini baru Tiongkok yang berhasil memproduksi rare earth. Melihat potensi ini, PT Timah Tbk (TINS) tidak tinggal diam. Mulai tahun 2015, BUMN tambang ini akan mulai memproduksi logam tanah jarang untuk pertama kalinya di Indonesia.
Pasalnya, Timah memiliki bahan baku yang dipakai untuk memproduksi logam tanah jarang yang bernilai ekonomi tinggi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi rare earth akan dimulai dalam skala kecil yakni dengan sebuah mini plant. Mini plant dibangun pada lahan seluas 2 hektar dengan investasi awal Rp 35 miliar.
"Per hari mampu hasilkan rare earth 50 kg. Per kg harganya mahal yakni 10 kali lebih mahal daripada harga timah," jelasnya.
Ke depan, produksi rare earth akan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. "Rare earth akan diekspor ke seluruh dunia," ujarnya.
(feb/ang)











































