Timah Produksi 'Tanah Jarang' Mulai Tahun Depan, Bangun Pabrik Rp 35 M

Timah Produksi 'Tanah Jarang' Mulai Tahun Depan, Bangun Pabrik Rp 35 M

- detikFinance
Jumat, 31 Okt 2014 11:12 WIB
Timah Produksi Tanah Jarang Mulai Tahun Depan, Bangun Pabrik Rp 35 M
Jakarta - Rare earth atau logam tanah jarang sangat diburu oleh negara-negara maju. Logam tanah jarang dipakai oleh industri di negara maju untuk membuat komponen magnet hingga LCD pada peralatan elektronik.

Saat ini baru Tiongkok yang berhasil memproduksi rare earth. Melihat potensi ini, PT Timah Tbk (TINS) tidak tinggal diam. Mulai tahun 2015, BUMN tambang ini akan mulai memproduksi logam tanah jarang untuk pertama kalinya di Indonesia.

Pasalnya, Timah memiliki bahan baku yang dipakai untuk memproduksi logam tanah jarang yang bernilai ekonomi tinggi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang proyek sedang jalan. Mudah-mudahan Januari sudah commissioning. Sekarang masih konstruksi. Peralatan akhir November ini sudah datang," kata Direktur Utama Timah Sukrisno saat ditemui di acara sertijab Menteri BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Produksi rare earth akan dimulai dalam skala kecil yakni dengan sebuah mini plant. Mini plant dibangun pada lahan seluas 2 hektar dengan investasi awal Rp 35 miliar.

"Per hari mampu hasilkan rare earth 50 kg. Per kg harganya mahal yakni 10 kali lebih mahal daripada harga timah," jelasnya.

Ke depan, produksi rare earth akan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. "Rare earth akan diekspor ke seluruh dunia," ujarnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads