Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Perhubungan, Emirsyah Satar mengatakan, Indonesia akan menghadapi ASEAN Open Sky, yang mana semua maskapai penerbangan Asia Tenggara akan bebas mengoperasikan pesawatnya. Layaknya perdagangan bebas dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Emirsyah, yang juga merupakan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), khawatir maskapai penerbangan dalam negeri akan kalah saing dengan maskapai lain di ASEAN. Salah satunya karena mahalnya biaya impor komponen akibat pengenaan bea masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emirsyah mengaku sudah menyuarakan ini ke pemerintahan terdahulu, namun belum ada kejelasan. Oleh karenanya, dia mendesak agar bea masuk impor komponen pesawat โbisa dihilangkan oleh pemerintahan Jokowi-JK.
"(Menteri) Keuangan secara prinsip setuju, tapi perlu ada rekomendasi dari Perindustrian. Ini kalau tidak, airline kita nggak kompetitif," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Saleh mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk jajaran pejabat di Kementerian Perindustrian. "Kita rapat agar bagaimana yang menjadi hambatan ini bisa diselesaikan," tutur Saleh.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meminta waktu untuk berdiskusi secara intensif bersama Emirsyah untuk menyelesaikan persoalan ini "Nanti saya minta diskusi dengan Pak Emir," ujarnya.
(zul/hds)











































