Menperin Saleh Husin Angkat Bicara Soal Mandeknya Proyek Pelabuhan Cilamaya

Menperin Saleh Husin Angkat Bicara Soal Mandeknya Proyek Pelabuhan Cilamaya

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2014 16:41 WIB
ilustrasi
Cikarang - Rencana proyek Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat belum terealisasi karena masih terganjal beberapa kendala, seperti penolakan PT Pertamina. Banyak aset Pertamina seperti pipa-pipa dan unit produksi migas yang terusik bila pelabuhan ini jadi dibangun.

Pelabuhan ini rencananya dibangun untuk menunjang kegiatan industri di kawasan Jawa Barat, seperti Karawang. Saat ini kawasan industri di Karawang masih bertumpu pada Pelabuhan Tanjung Priok yang jaraknya mencapai 75 Km, sedangkan bila ada Pelabuhan Cilamaya maka jaraknya hanya 35 Km.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin berjanji akan membicarakan kelanjutan proyek ini dengan pihak-pihak terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita koordinasikan Kementerian Perhubungan, kita j‎uga belum tahu persis keberatan dari Pertamina. Perlu dicari akar permasalahannya sehingga rencana dapat terlaksana," kata Saleh ditemui di Pabrik Epson, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (4/11/2014).

Saleh belum mau memastikan apakah lokasi proyek pelabuhan tersebut dipindahkan ke tempat lain atau tetap di lokasi yang sama. Menurut Saleh lokasi di Cilamaya sudah layak untuk menopang industri.

"Kalau dari informasi yang kita dapat kan lokasi di situ sudah cukup layak, tapi ada keberatan dari Pertamina. Ini leaading sector-nya kan di Kementerian Perhubungan," katanya.

Husin mengatakan, persoalan ini akan dibahas selanjutnya dalam rapat dengan Kementerian Koordinator‎ bidang maritim yang terkait atau dalam rapat kabinet.

"Ini kita akan koordinasikan dalam hal ini dengan Menko atau di rapat kabinet," tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Saleh menegaskan siap berkooridnasi dengan kalangan dunia usaha. Ia mengatakan, 24 jam Kementerian Perindustrian siap membantu pengusaha.

‎"Jangan pernah segan untuk berkomunikasi dengan kami. Kami akan 24 jam terbuka untuk terus melakukan komunikasi," ujar Saleh.

Saleh mengatakan, hal itu dilakukan demi terciptanya percepatan pertumbuhan industri‎ yang imbasnya juga bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi. "Sehingga dengan demikian, tumbuh nilai tambah yang lebih. Kira-kira apa yang dibutuhkan," tuturnya.

Politisi Hanura ini juga menyebutkan, khususnya bagi Epson dan industri-industri lain agar terus meningkatkan volume kespor dan yang terpenting adalah menambah komponen lokal dalam produksinya. Di Indonesia akan semakin memiliki daya saing.

"Yang utama dari kami pemerintah adalah ingin agar apa yang telah dilakukan Epson bisa dilakukan. Harapan kami adalah Epson dapat lebih meningkatkan peralatan dari komponen lokal," tutupnya.

(zul/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads