Curhat Pengusaha Furnitur: Engsel Pintu Tiongkok Lebih Murah Dibanding RI

Curhat Pengusaha Furnitur: Engsel Pintu Tiongkok Lebih Murah Dibanding RI

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2014 16:25 WIB
Curhat Pengusaha Furnitur: Engsel Pintu Tiongkok Lebih Murah Dibanding RI
Jakarta - Pengusaha furnitur kayu dan rotan mengeluh, karena masih harus mengimpor aksesoris pendukung produk bisnisnya. Mereka mengeluhkan hal ini pada Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi‎ Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menyambangi kantor Kementerian Perindustrian untuk bertemu Saleh Husin.

"Yang pertama kita biasa, kalau pergantian menteri itu kita perkenalan Asmindo‎," kata Ketua Umum Asmindo Taufik Gani, usai pertemuan, Kamis (6/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan itu juga dia melaporkan pada Saleh, terkait pelaksanaan pameran furnitur terbesar di Indonesia yang akan dilaksanakan tahun depan. Dia meminta Kementerian Perindustrian berpatisipasi aktif dalam gelaran ini.

"Kami minta dibantu agar UKM perindustrian mengikuti pameran," tuturnya.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah terkait keluhan para pengusaha karena mahalnya produk aksesoris pendukung furnitur di dalam negeri.

Dia mengatakan, akseseoris seperti blok panel untuk laci, engsel, fitting, mur, baut dan semacamnya kini banyak diimpor, karena harganya lebih murah dibanding harus membelinya dari produsen dalam negeri.

"Perbandingannya untuk 1 pieces itu di sini Rp 15 ribu atau Rp 20 ribu, kalau kita dari Tiongkok dan Taiwan itu bisa Rp 3.000 atau Rp 4.000," katanya.

Dia berharap bisa dibentuk satu badan yang tugasnya mengimpor barang-barang tersebut. Karena saat ini, pengusaha furnitur baru boleh mengimpor jika kuantitasnya banyak. Hal itu hanya bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar.

"Yang perusahaan kecil, UKM itu masih pakai dalam negeri," katanya.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads