Menurut Plt Dirut Pindad Tri Hardjono, perusahaan pelat merah itu membidik penjualan sebesar Rp 2 triliun di akhir 2014. Sedangkan porsi penjualan komersilnya masih sekitar 18-25% dari total penjualan.
"Penjualan selama ini pasarnya Asia, Amerika Selatan, dan Afrika. Tapi kebanyakan yang beli sekitar Asia," katanya di Jakarta, Kamis (6/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini sebanyak 80% pangsa pasar Pindad adalah militer Indonesia. Sehingga harus ada perubahan porsi penjualan demi menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA).
Salah satu yang dilakukan Pindad adalah mengajak kerjasama beberapa produsen alat pertahanan Eropa. Dengan kerjasama itu, produk Pindad bisa dipasarkan oleh produsen Eropa seperti Saab, Cockerill Maintenance & Ingenierie (CMI), dan Rheinmetall Land System (RLS).
"Kalau mengandalkan pasar dalam negeri pasti enggak akan besar, walaupun naik cepat tapi bisa jadi stagnan. Kebutuhan latihan, kebutuhan perang akan mentok segitu," ujarnya.
(ang/dnl)










































