Apa Kabar Investasi Pabrik iPhone? Ahok: Foxconn Cuma Ngomong Doang

Apa Kabar Investasi Pabrik iPhone? Ahok: Foxconn Cuma Ngomong Doang

- detikFinance
Jumat, 07 Nov 2014 14:45 WIB
Apa Kabar Investasi Pabrik iPhone? Ahok: Foxconn Cuma Ngomong Doang
Jakarta - Perusahaan teknologi asal Taiwan, Foxconn Technology Group, berencana mendirikan pabrik di DKI Jakarta.

Perusahaan yang memproduksi iPad, iPhone, hingga BlakBerry ini berencana mengucuri investasi US$ 1 miliar untuk membangun pabrik di Jakarta.

Komitmen awal Foxconn ini disampaikan oleh Chairman Foxconn Terry Gou saat bertemu Joko Widodo (Jokowi) saat masih sebagai Gubernur DKI pada awal Februari 2014 lalu. Pada waktu itu, pihak Foxconn berencana datang kembali ke Jakarta pada April-Mei 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana kelanjutan investasi Foxconn ke Indonesia?

Plt Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai produsesn teknologi asal Taiwam tersebut hanya berbicara saja tanpa realisasi. Hingga kini belum ada realisasi ataupun tindakan nyata yang dilakukan oleh Foxconn untuk memenuhi janjinya.

“Foxconn ngomong doang. Kalau orang mau investasi nggak usah banyak ngomong,” kata Ahok kepada detikFinance di Balai Kota, Jakarta, Kamis
(6/11/2014).

Sebelumnya pada 7 Februari 2014, Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan Chairman Foxconn Terry Gou menandatangani Letter of Intent (LoI) di Balai Kota Jakarta. Pada waktu itu Foxconn berkomitmen menggelontorkan investasi US$ 1 miliar, setelah 5 tahun berkililing Indonesia mencari lokasi yang cocok.

Pada waktu itu, Jokowi mengatakan pemerintah provinsi DKI Jakarta akan memfasilitasi untuk persiapan investasi Foxconn di Jakarta. Mulai dari perizinan hingga menyediakan lahan untuk Foxconn.

"Dalam kesepakatan tadi kita ingin membantu dalam bidang infrastruktur, perizinan, menyiapkan lahan yang dibutuhkn butuh 200 hektar. Untuk awal 20 hektar. Di KBN (Kawasan Berikat Nusantara) ada provinsi, komersial, BUMN dan swasta," kata Jokowi.

Namun perkembangan terbaru, ketersedian lahan sebanyak 20 hektar di Jakarta sangat sulit terwujud.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads