Direktur Komersial AirAsia Indonesia Andi Adrian menuturkan, potensi layanan penerbangan di Indonesia masih sangat besar. Dari 250 juta jumlah penduduk, hanya 20% yang menggunakan layanan transportasi pesawat.
"Masih ada potensi yang belum digarap. AirAsia melihat bahwa masih banyak orang yang berpikir bahwa terbang itu bukan sesuatu yang mewah. Itu kita berikan transportasi jasa, menerbangkan mereka dari satu sisi ke sisi yang lain," kata Andi ditemui di Hotel Intercontinental, Jakarta, Senin (10/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Andi, di tahun 2015 nanti, maskapai penerbangan murah atau low cost carrier (LCC) ini bisa mencapai pertumbuhan penumpang hingga 10% untuk rute domestik. Tahun ini, jumlah penumpang AirAsia periode Januari hingga Agustus mencapai 5,3 juta.
"Sekitar 10% lah kira-kira. Kalau internasional masih sama kita bakal yang terdepan," tuturnya.
Dia mengatakan, target tersebut ditopang dengan pembukaan rute-rute baru baik domestik atau internasional yang baru diluncurkan. Di antaranya seperti Medan-Palembang, Medan-Yogyakarta, dan Surabaya-Lombok.
'Kita lepas rute-rute baru," tuturnya.
Sedangkan untuk rute internasional antara lain, Bali-Kota Kinabalu, Bali-Darwin, Semarang-Singapura dan Surabaya-Singapura.
(zul/ang)










































