Harga BBM Subsidi Naik, Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil Anjlok 13%

Harga BBM Subsidi Naik, Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil Anjlok 13%

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2014 14:08 WIB
Harga BBM Subsidi Naik, Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil Anjlok 13%
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla (JK) dalam waktu dekat akan menaikkan harga Badan Bahan Minyak (BBM) subsidi. Secara langsung, pihak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) setuju dengan kenaikan harga BBM subsidi meski memprediksi kenaikan harga ini akan menurunkan penjualan mobil sampai 15%.

"Mengenai kenaikan harga BBM, kami dari Gaikindo mendukung. Memang kami perkirakan akan ada pengaruh. Tapi pengaruhnya seberapa besar? Mungkin sekitar 10-15%," kata Ketua Gaikindo Sudirman M Rusdi usai menemui Wapres Jusuf Kalla di kantor Wapres Jl Veteran, Jakpus, Rabu (12/11/2014).

Menurutnya kenaikan harga BBM subsidi ini tak akan berpengaruh lama. Setidaknya butuh waktu 2 bulan untuk warga beradaptasi dengan harga baru BBM subdisi sampai kembali normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin waktunya 2 bulan, bagi kami itu dianggap normal. Kami menyampaikan kami sangat menunggu keputusan pemerintah," ucapnya.

Sudirman juga memaparkan pertumbuhan produksi dan penjualan mobil dalam negeri sudah mencapai 1,2 juta unit dan 13,7 persennya dari mobil LCGC. Sayangnya, Sudirman mengaku dalam pertemuan itu sama sekali tak dibahas komitmen memajukan transportasi publik.

"Kami tadi tidak menyampaikan demikian (pembahasan transportasi publik," ujarnya.

Ia mengatakan dalam pertemuan tadi JK meminta agar Gaikindo meningkatkan ekspor komponen untuk mengimbangi impor komponen yang masih dilakukan hingga saat ini.

"Tadi wapres juga apresiasi kegiatan ekspor ini. Balance dengan impor yang kami lakukan sebagai pemegang merek," ucapnya.

Dalam pertemuan itu juga tak dibahas soal kebijakan LCGC yang dilakukan pemerintahan SBY. Meski begitu, ia berharap kebijakan ini dilanjutkan Jokowi-JK untuk menopang produksi mobil.

"LCGC ini kan program pemerintah, kami para industri mengikuti program pemerintah, jadi kami harapkan karena ini kebijakan pemerintah, kami harapkan konsistensi. Jadi kami inginnya lanjut terus seperti ini," ujarnya.

"Tahun ini penjualan 1,2 juta unit di dalamnya 13,7% itu LCGC. Kalau tidak ada LCGC penjualan akan berkurang pada saat itu ditopang itu. Jangan lupa, keuntungan LCGC itu kendaraan hemat bahan bakar 20 km/liter, dibandingkan kendaraan lain," pungkasnya.

(bil/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads