Sindir Perusahaan AS, Sofjan Wanandi: Jangan Investasi Mentah-mentah Saja

Sindir Perusahaan AS, Sofjan Wanandi: Jangan Investasi Mentah-mentah Saja

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2014 19:28 WIB
Sindir Perusahaan AS, Sofjan Wanandi: Jangan Investasi Mentah-mentah Saja
Jakarta - Pengusaha dalam negeri meminta perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tak hanya berinvestasi di sektor eksploitasi sumber daya alam mentah saja.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, dirinya berharap perusahaan asal AS bisa masuk ke industri yang memberi nilai tambah, seperti pembangunan kilang minyak, petrokimia, atau smelter tambang.

"Tentunya kita minta industri-industri itu masuk terutama up stream industries. Apakah membangun refinery (kilang), petrochemical, dan lain-lain industri-industri up stream. Itu yang kita inginkan dari mereka (perusahaan AS) sebenarnya," kata Sofjan usai menghadiri 'US-Indonesia Investment Summit' itu, di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, untuk mendorong perusahaan AS masuk ke sektor ini perlu ada penjajakan yang dalam, untuk memperbesar nilai ekonomis dari industri di Indonesia.

"Kita sudah lakukan pembicaraan dengan mereka. Dan dari Amerika juga sudah kita bicarakan apa yang kita inginkan dari mereka. Kan selama ini Amerika mereka senangnya investasi mentah-mentah saja," sindir Sofjan.

Sofjan mengatakan, banyak memang perusahaan besar asal AS yang berinvestasi di Indonesia, seperti Freeport, Chevron, atau Newmont. Namun perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan. Sekarang, perusahaan-perusahaan ini harus masuk ke industri bernilai tambah. Seperti membangun kilang atau smelter.

Pada kesempatan itu, Sofjan setuju bila perusahaan dengan investasi besar diberikan insentif atau keringanan pajak. Lebih penting lagi, kepastian hukum harus bisa dijamin oleh pemerintah, karena perusahaan ini menempatkan dana yang besar.

"Kalau perlu yang besar-besar itu diberikan jaminan, apa yang akan mereka dapatkan," cetus Sofjan.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads