Nilai investasi di Sukabumi mencapai US$ 356 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun. Kapasitas produksinya diperkirakan 1,8 juta ton/tahun.
“Tentang proyek Sukabumi, perkembangannya bagus. Konstruksi segala macam. Tentunya pertengahan tahun depan akan mulai berproduksi,” kata Kan Trakulhoon, President & CEO SCG, kala ditemui di Hotel Le Meridien, Bangkok, Jumat (14/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kan menegaskan bahwa SCG berkomitmen membuat fasilitas di Sukabumi ramah lingkungan. Standar-standar yang diterapkan di fasilitas Lampang (Thailand) akan diberlakukan di Sukabumi.
“Misalnya, fasilitas di Sukabumi dilengkapi dengan Waste Heat. Kami memproduksi listrik sendiri, setidaknya 25-30% dari kebutuhan,” jelasnya.
Indonesia, menurut Kan, adalah negara yang sangat potensial. Oleh karena itu, dia mengungkapkan SCG berencana menambah investasinya di Tanah Air.
“Mungkin ke depan ada tambahan US$ 1,2-1,4 miliar (Rp 14,4-16,8 triliun) tambahan investasi pada 2015,” kata Kan. Namun dia tidak menyebutkan lokasi spesifiknya.
(hds/ang)










































