Cerita Bos SCG: Saya Kenalan sebagai Orang ASEAN, Bukan Thailand

Laporan dari Bangkok

Cerita Bos SCG: Saya Kenalan sebagai Orang ASEAN, Bukan Thailand

- detikFinance
Jumat, 14 Nov 2014 14:16 WIB
Cerita Bos SCG: Saya Kenalan sebagai Orang ASEAN, Bukan Thailand
Bangkok - Asia Tenggara adalah salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia saat ini. Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara tahun ini sebesar 4,7% dan meningkat jadi 5,4% pada 2015.

Kan Trakulhoon, President & CEO SCG, mengatakan bahwa pada 2020 populasi di Asia Tenggara diperkirakan mencapai 650 juta jiwa. Tentu ini adalah sebuah modal yang sangat besar untuk menggerakkan perekonomian.

“ASEAN adalah mesin pertumbuhan dunia. Ke mana-mana saya perkenalkan diri bukan sebagai orang Thailand, tetapi orang ASEAN,” katanya dalam konferensi pers ASEAN Sustainable Development Symposium 2014, Hotel Le Meridien, Bangkok, Jumat (14/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunci utama perekonomian ASEAN, lanjut Kan, adalah permintaan yang luar biasa. Dia menyebut banyak perusahaan-perusahaan raksasa dari berbagai sektor yang ingin menanamkan modal di ASEAN.

“Saya belum lama ini menghadiri World Business Council di Atlanta. Saat ini ASEAN tengah menjadi sorotan dunia. Investor sangat ingin berinvestasi di ASEAN,” katanya.

SCG, tambah Kan, tentu tidak ingin ketinggalan. Perusahaan semen ini akan terus melakukan ekspansi bisnis di regional ASEAN.

“Kami sekarang punya 4 proyek. Pertama adalah di Kamboja, yang akan beroperasi smester II-2015. Lalu kedua Indonesia, juga semester II-2014. Ketiga 2016 di Myanmar, dan keempat Laos pada 2017,” jelasnya.

Menurut Kan, permintaan semen di ASEAN terus meningkat. Ini membuat SCG harus terus meningkatkan pasokan.

“Tahun lalu, kami mengekspor 2 juta ton semen ke Myanmar. Permintaan akan terus tumbuh, jadi kami harus terus mengembangkan diri,” tuturnya.

(hds/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads