Direktur Makanan dan Minuman Kementerian Perindustrian Faiz Ahmad mengatakan, pekan lalu pihak Coca Cola menyambangi kantor Kementerian Perindustrian untuk melaporkan hal tersebut.
"Coca Cola mau investasi di Indonesia sebesar US$ 500 juta. Ada perluasan di beberapa tempat dan memperkuat penambahan distribusi, truk pendingin, dan lainnya," kata Faiz kepada detikFinance di Bandara El Tari, Kupang, Minggu (16/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia masih melihat pasar Indonesia ini bagus, di domestic market," tuturnya.
Pihak Coca Cola sendiri meminta pemerintah menjmin pasokan gula rafinasi yang berkualitas. Selama ini, lanjut Faiz, Coca Cola dalam produksinya masih menggunakan gula rafinasi dari dalam negeri.
"Mereka utama minta ada konsistensi dari kualitas. High quality yang dia minta, kualitas dari gula rafinasi. Dia tidak ingin impor," katanya.
(zul/hds)











































