Mengintip Perakitan Pesawat Terlaris Airbus

Laporan dari Prancis

Mengintip Perakitan Pesawat Terlaris Airbus

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2014 08:18 WIB
Mengintip Perakitan Pesawat Terlaris Airbus
Toulouse - Sebuah pesawat Beluga berjalan pelan di area pabrik pesawat Airbus di Toulouse, Prancis, Rabu 12 November 2014, siang itu. Beluga adalah pesawat yang unik dan khusus milik pabrikan pesawat Airbus, yang markasnya berdekatan dengan Bandara Blacnag di Toulouse.

Beluga yang diadopsi dari nama ikan paus bertugas membawa bagian-bagian pesawat baru Airbus yang dirakit di tiga tempat, yakni Toulouse, Hamburg (Jerman), dan Tianjin (Tiongkok).

β€œItu pesawat yang sangat sibuk,” ujar ujar Head of Marketing Communication Airbus, Allan Pardoe di Kantor Airbus baru-baru ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum semua jenis pesawat Airbus dirakit di Hamburg maupun Tianjin. Kedua fasilitas perakitan atau Final Assambly Lines (FAL) yang berada di luar Prancis itu baru dipakai untuk merakit pesawat Airbus jenis A320.

"Untuk A380 hanya dirakit di Toulouse," jelas Allan.

Pesawat Terlaris

Pesawat keluarga A320 memang tipe terlaris di Airbus. Data terkini yang dilansir Allan menunjukkan adaΒ  11.000 pesawat A320 yang dipesan oleh maskapai dari seluruh dunia. 6.285 pesawat sudah dikirimkan keΒ  operator. Sehingga masih ada selisih 4.709 pesanan yang menunggu.

Selain hemat bahan bakar, A320 adalah pesawat lorong tunggal (single-aisle) terlebar di pasaran, yangΒ  mampu menampung hingga 180 penumpang. Bahkan salah satu anggota keluarga pesawat ini, A321 mampuΒ  mengangkut 220 penumpang. Karena itu banyak maskapai berbiaya rendah yang melirik pesawat ini.

Pesawat Generasi Baru

Airbus pun kini sedang membikin kelanjutan dari Airbus A320 itu, yakni A320neo dan A321ceo. Di sampingΒ  kapasitas penumpang yang makin diperbesar, A320neo dan A31neo menawarkan mesin baru dan perangkatΒ  wingtip lebar (sharklet). Kedua inovasi itu dapat menghemat bahan bakar 20 persen per tempat duduk.

Sejumlah wartawan dari Indonesia yang berkunjung ke Airbus untuk acara pengiriman perdana A320 bagiΒ  maskapai Lion Air pun lantas diajak melihat lebih dekat proses perakitan pesawat itu. FAL pesawat A320Β  berada di sayap kiri pabrik Airbus, yang menempati lahan seluas 700 hektar di Toulouse.

Proses perakitan

Di sebuah hangar, terlihat empat pesawat yang sedang dalam proses perakitan. Pesawat-pesawat itu hanyaΒ  terdiri dari bagian lambung saja. Kaca jendela sudah terpasang, namun pintu baru sebatas sketsa.Β  Pesawat itu masih bewarna dasar hijau dengan nomor produksi di bawah kaca cockpit atau dekat denganΒ  ekor pesawat. Hidung keempat pesawat itu masih rata.

Menurut guide perjalanan kami, di lokasi itu pesawat A320 sedang dirakit sistem elektroniknya.Β  Seluruhnya ada 80 macam sistem elektronik yang ditanam dalam satu pesawat. Di antaranya sistem landingΒ  gear dan sistem air control service.

"Mereka sedang mengecek sistem elektronik itu untuk memastikanΒ  semuanya hidup," katanya sambil menunjuk beberapa pekerja di cockpit pesawat.

Dilanjutkan Perakitan di Hamburg

Setelah perakitan sistem elektronik itu selesai, pesawat yang masih kosong itu diterbangkan ke HamburgΒ  dengan menggunakan pesawat Beluga. Di Hamburg, pesawat A320 itu akan dirakit bagian kabinnya. BegituΒ  rampung, pesawat akan kembali dibawa ke Toulouse untuk dipasangi mesin dan sayap berikut sharklet.

Pesawat A320 dan A321 didukung oleh mesin ganda CMF Internasional CMF56 atau mesin internasional AeroΒ  Engines V2500. Untuk A320neo, akan ditambah CMF LEAP-1A atau mesin Pratt dan Whitney PW1100G mulaiΒ  tahun 2015 mendatang. Adapun Sharklet, atau lengkungan di ujung sayap, mulai tren dipakai Aisbus tahunΒ  2012 yang lalu.

"Hampir 90% pesawat yang dikirim ke konsumen memakai sharklets. Bisa menghemat bahan bakar hingga 4%," kata guide itu.

Pengetesan Bahan Bakar

Tahap selanjutnya adalah pengetesan sistem bahan bakar. Rombongan dibawa ke sebuah area di luar gedung.Β  Di situ, terdapat tiga pesawat yang sedang diuji konsumsi bahan bakarnya. Terlihat pesawat tersebutΒ  tengah diisi bahan bakar. BBM itu kemudian dikeluarkan lagi melalui bagian sayap ke sebuah wadah miripΒ  tanki.

Apabila seluruh sistem itu sudah oke, pesawat kemudian dimasukkan ke dalam hangar untuk pengecetan atauΒ  (paint shop). Pesawat akan dicat sesuai dengan permintaan pelanggan.

Pesawat kemudian akan mengalamiΒ  uji terbang. Jika menemukan masalah, maka pesawat tersebut akan kembali dibawa ke FAL untuk dicekΒ  sampai sempurna.

"Beberapa airline membawa pilot dan melakukan uji coba terbang sendiri," katanya sambil menambahkanΒ  jika uji terbang berhasil, tahap terakhir adalah pengiriman oleh tim lain di Delivery Center Airbus.
Halaman 2 dari 6
(irw/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads