Ebola dan Emisi Gas Buang Jadi Isu Utama Konferensi Maskapai Asia-Pasifik

Laporan dari Tokyo

Ebola dan Emisi Gas Buang Jadi Isu Utama Konferensi Maskapai Asia-Pasifik

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2014 16:11 WIB
Ebola dan Emisi Gas Buang Jadi Isu Utama Konferensi Maskapai Asia-Pasifik
Tokyo - Beberapa isu penting dan strategis akan dibahas di dalam konferensi Asosiasi Maskapai Asia Pasifik, atau Association of Asia Pasific Airlines (AAPA) ke-58 di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang.

All Nippon Airways (ANA/Jepang) sebagai penyelenggara dan tuan rumah konferensi beserta AAPA, akan membahas 2 isu utama dunia penerbangan Asia Pasifik saat ini.

"Pertama emisi gas buang karbon pesawat, akhir tahun ini kita (AAPA) menentukan posisinya ke IATA (International Air Transport Association) untuk menentukan standar. Kita mesti punya kesepakatan, lalu kita berikan ke organisasi penerbangan sipil dunia atau International Civil Aviation Organization (ICAO)," ungkap Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar saat ditemui di sela-sela AAPA Conference, di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa (18/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Garuda Indonesia adalah anggota tetap AAPA sejak tahun 1967. Garuda Indonesia sejajar dengan 15 maskapai dunia lain yang juga menjadi anggota antara lain Singapura Airlines, All Nippon Airways, Japan Airlines, Malaysia Airlines, Korean Air, Asiana Airlines, dan Cathay Pacific.

Emir berpendapat aturan soal emisi gas buang menurut rencananya akan diterapkan pada tahun 2020.

"Tahun 2020 akan ada aturan emisi gas buang karbon. Sehingga semua airlines di dunia, setelah tahun 2020 kalau anda mengeluarkan karbon lebih, anda harus bayar. Kita bicara soal masalah lingkungan," paparnya.

Emir mengatakan, di beberapa negara saja, aturan soal emisi gas buang karbon pesawat segara akan dilakukan. Contohnya Eropa, akan mengenakan pajak cukup tinggi bagi maskapai yang mengeluarkan emisi gas buang berlebihan. Hal ini yang membuat kemarahan pihak Tiongkok dan India.

Sekarang yang dilakukan AAPA adalah menyusun standar emisi gas buang karbon pesawat. Setelah ditetapkan berapa presentase emisi gas buang karbon pesawat akan diajukan ke IATA (International Air Transport Association) akhir tahun ini. Kemudian setelah disepakati diberikan ke organisasi penerbangan sipil dunia atau International Civil Aviation Organization (ICAO).

"Nah kita mau negara-negara tidak memiliki kebijakan yang berbeda. Contoh kena pajak di sini 10%, pajak di sana 20%. Tetapi perhitungannya bagaimana? Jadi itulah yang benar-benar AAPA ini kita arahkan," kata Emir.

Selain masalah emisi gas buang karbon pesawat, dalam konferensi tahunan ini akan dibicarakan pula soal dampak penyakit Ebola bagi dunia penerbangan. Meskipun dampaknya belum begitu besar, namun Ebola mendapatkan tempat khusus untuk dibicarakan dalam konferensi tahun ini.

"Kedua masalah Ebola di satu pihak kita rasakan dampak yang berbeda oleh masing-masing maskapai udara. Meskipun nggak banyak juga maskapai penerbangan yang menuju ke sana (Afrika)," jelas Emir.

Konferensi AAPA ke-58 tahun 2014 dilaksanakan pihak All Nippon Airways (ANA/Jepang) dan diikuti 16 anggota maskapai penerbangan se Asia-Pasifik. Penyelenggaraan konferensi tahun ini dilakukan mulai hari ini hingga esok hari (18-19 November) 2014 di Imperial Hotel, kota Tokyo, Jepang.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads