Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Arif Wibowo menyebut kenaikan BBM bersubsidi tidak terpengaruh kepada jumlah masyarakat yang memakai pesawat terbang.
"Kita lihat excess-nya. Saya pikir pengaruh ke airlines nggak besar," kata Arif pada acara transportasi CENS UI di Nine Ballroom UOB Plaza Jakarta, Rabu (19/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Airlines sejalan dengan arah pertumbuhan ekonomi, kedua spending investasi di seluruh Indonesia. Kemarin semua budget dipotong. Angkutan udara sempat stagnan di triwulan 1 sampai triwulan 3," jelasnya.
Terkait kurs, mayoritas biaya di maskapai berbentuk dolar sedangkan pendapatan dalam bentuk rupiah. Sedikit gejolak kurs akan berpengaruh terhadap pendapatan yang diterima maskapai.
"Kalau harga avtur airlines masih up and down di kisaran 87-90 sen per liter. Di Indonesia masih net importir sehingga harga avtur ikuti dolar," paparnya.
(feb/ang)











































