Harga Semen Rp 1 Juta Hanya di Pedalaman Papua

Harga Semen Rp 1 Juta Hanya di Pedalaman Papua

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2014 18:37 WIB
Harga Semen Rp 1 Juta Hanya di Pedalaman Papua
Jakarta -

Harga jual produk PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terimbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Hal ini juga mempengaruhi harga jual semen di Papua yang kabarnya bisa mencapai jutaan rupiah per kantong.

Corporate Secretary Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, kenaikan harga semen di Papua sedikit lebih mahal dari wilayah lain. Kenaikan bisa mencapai menjadi Rp 70.000-75.000 per kantong.

Berbeda dengan kenaikan harga semen di wilayah lain yang rata-rata hanya berkisar Rp 1.000-2.000 per kantong. Tapi bagaimana harga semen Papua yang kabarnya bisa mencapai Rp 1 juta per kantong itu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harganya memang ada berbeda tapi sedikit, untuk daerah Sorong atau Jayapura paling harganya Rp 70.000-75.000 per kantong. Tapi kalau untuk daerah Wamena itu biasanya semen sampai di Jayapura atau Sorong diangkut pakai pesawat udara dan ongkosnya pasti mahal karena kita harus bayar pilot dan ongkos pesawatnya mahal," katanya kepada detikFinance, Senin (24/11/2014).

Ia mengatakan, harga jual semen dari distributor tetap sama yaitu Rp 66.000 per kantong. Harga ini, kata Agung, sudah disesuaikan dengan harga kompetitor sehingga masih bisa bersaing.

"Kalau (harga) kompetitor tidak naik tapi konsumen masih setia pakai Gresik (Semen Indonesia) tidak masalah. Kalau mereka beralih, ya kita bisa turunkan harga. Nanti ada review lagi agar kita bisa tetap bersaing," jelasnya.

Agung menambahkan, kenaikan harga semen ini merupakan buntut dari naiknya ongkos transportasi Perseroan sebesar 17% pasca naiknya harga BBM subsidi.

"Biaya transportasinya itu kan ada dua. Pertama transportasi laut, yang sudah tak ada subsidi. Kedua, transportasi darat di beberapa daerah yang masih bersubsidi," katanya

Menurutnya, kenaikan ini sebesar Rp 20.000 per ton atau setara Rp 1.000 per sak. Namun ada beberapa daerah yang kenaikannya lebih tinggi karena biaya lain-lain yang ikut naik.

"Cuma naik seribu harapannya sudah bisa ke-cover," jelasnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads