Di masa pemerintahan yang lalu, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian pernah punya wacana untuk menyeragamkan lubang pengisian BBM di mobil LCGC agar diperkecil, sehingga hanya bisa diisi nozzle BBM non subsidi.
Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, sejak dulu produk LCGc yang diproduksi Astra sudah mengikuti aturan yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prijono menjelaskan, produksi mobil Astra sudah mengikuti aturan yang berlau dan sejalan dengan program pemerintah. "Kami taat. Kami pakai bahan bakar yang emisinya tak memberati," tegasnya.
Lagipula, lanjut Prijono, demi keawetan mesin dan mencegah agar performa mesin tetap baik, produksi mobil modern seperti mobil LCGC sudah sepatutnya menggunakan BBM non subsidi RON92.
"Karena umur mesin yang modern itu butuh RON yang 92. Saya jawab kami tak ada masalah, udah dari lahir kami sudah kecil (lobang pengisian BBM)," tegasnya.
(zul/ang)











































