Pabrik patungan yang diberi nama PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) berlokasi di salah satu lahan milik Chandra Asri di Cilegon, Banten. Di tahun 2017, pabrik ini bisa mulai beroperasi.
"Nanti di akhir 2017 start up-nya," kata Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra ditemui di Cilegon, Banten, Rabu (26/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti dalam 5 tahun pertama kita akan ekspor dulu, 80% ke pabrik-pabrik Michelin di seluruh duniaโ," tuturnya.
Investasi yang dikeluarkan antara kedua perusahaan untuk membangun pabrik karet sintetis tersebut sekitar US$ 435 juta atau mencapai sekitar lebih dari Rp 5 triliun.
Pabrik tersebut bakal berdiri di salah satu lahan di dalam arena lahan Chandra Asri di Cilegon yang totalnya lebih dari 140 ribu hektar. Setelah selesai diekspor dalam 5 tahun pertama, lambat laun Chandra Asri bakal memperbesar pasarnya di dalam negeri.
Salah satu produk yang bakal diproduksi adalah green synthetic rubber atau karet sintetis yang ramah lingkungan dan hemat energi. Dengan teknologi yang dimiliki Michelin, ban tersebut bisa berfungsi menghemat BBM.
"Bahan bakunya pakai yang green, kalau konsumsi BBM jadi lebih sedikit. Itu Michelin punya values dan teknologi," tuturnya.
(zul/ang)










































