Regional Managing Director for ASEAN PT Mayora Indah Maspiyono di depan puluhan pengusaha Filipina dan Indonesia mengatakan, perusahaan ini sudah berpuluh-puluh tahun bergerak di sektor bisnis makanan dan minuman, dan menjadi perusahaan publik di tahun 1990.
Maspiyono mengatakan bisnis Mayora selalu mengikui daerah dengan populasi yang cukup besar. "Food and beverages selalu berhubungan dengan populasi. Seperti di Indonesia dengan populasi yang besar, dan juga di Filipina," kata Maspiyono di acara Investment Conference 2014 Filipina and Indonesia di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (27/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan tidak mengabaikan konsistensi rasa, tapi menurutnya, itu salah satu kunci sukses perusahaan ini punya banyak pabrik dan berkembang lebih besar. Rasa dari produk mengikuti citarasa daerah masing-masing.
"Kita mengontrol rasa produk bergantung pada daerahnya. Di Filipina itu berbeda dengan yang di Indonesia, berbeda dengan Thailand, berbeda dengan Myanmar," kata Maspiyono.
Terkait harga. Makanan dan minuman harus dijual terjangkau karena merupakan kebutuhan pokok. Maspiyono menyebut, itu yang juga dijunjung Mayora menjadi salah satu perusahaan yang besar.
"Harganya harus terjangkau," katanya.
Aspek lain, lanjutnya, adalah distribusi. Aspek ini tak kalah penting menurutnya karena merupakan kepanjangan tangan dari produsen ke konsumen. Contohnya saja di Indonesia, kata Maspiyono, Mayora memiliki 2.000 retailer dan lebih dari 1 juta outlet.
Oleh karena itu, dalam hal perekrutan karyawan atau pekera Mayora, dalan hal distribusi harus sangat diperhatikan.
"Manajemen kita cari local people, yang punya bukti track record, punya pengetahuan dan bisa distribusi," tuturnya.
(zul/hen)











































