Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nurlaila Nur Muhammad mengatakan tekanan harga CPO masih terjadi dan terus anjlok. Sehingga sepanjang Desember 2014 kegiatan ekspor tak akan dikenakan Bea Keluar.
"BK-nya masih 0% seperti bulan lalu," ungkap Nurlaila saat berdiskusi dengan media di kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (28/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga rata-rata masih di bawah US$ 750/MT," imbuhnya.
Sementara itu, CPO juga masih tertekan khususnya di Uni Eropa oleh beberapa produk pesaing seperti minyak bunga matahari (sun flower), minyak kedelai (soybean) dan reepseed.
"CPO masih dihadapi dengan persaingan rapeseed, bunga matahari. Cara inilah yan digunakan negara-negara Eropa cenderung untuk menggunakan selain CPO," katanya.
Tidak hanya CPO, Kemendag juga telah menentukan harga referensi biji kakao untuk penetapan HPE (Harga Patokan Ekspor) biji kakao mengalami penurunan sebesar US$ 243,70 atau 7,68% yaitu dari US$ 3.173,45/MT menjadi US$ 2.929,75/MT sehingga berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga turun sebesar US$ 238 atau 8,3% dari US$ 2.869/MT pada periode bulan November menjadi US$ 2.631/MT. Namun BK biji kakao tidak berubah dibandingkan periode bulan sebelumnya yaitu sebesar 10%.
(wij/hen)











































