Saleh mengatakan, IHI perusahaan yang berbasis di Jepang tersebut ingin berinvestasi di Indonesia. Maksud kedatangannya ke Kementerian Perindustrian adalah untuk memperkenalkan diri agar bisa berinvestasi di Indonesia. Namun, menurutnya, pertemuan kali ini masih sebatas perkenalan.
"Mereka ingin berinvestasi di Indonesia. Kita berharap semakin banyak lagi investasi dari Jepang ke Indonesia," kata Saleh Senin (1/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita melakukan bisnis ini di seluruh dunia sejak 160 tahun lalu. Kita membangun industri oil and gas, mesin, kapal, jembatan, roket dan mesin jet dan lainnya," tutur Taizo.
Taizo memaparkan penawarannya untuk pemerintah agar bisa menggunakan teknologi yang mereka punya ke depan. Khusus untuk kedatangannya kali ini, pihaknya sangat ingin berkontribusi di sektor industri makanan dan minuman juga petro kimia.
"Sekarang ini temanya adalah untuk makanan dan minuman, juga petro kimia. Kita bisa menawarkan produk dan teknologi kami untuk industri ini. Saya harap, kami bisa memberikan teknologi yang bisa mendukung teknologi ini," tutur Taizo.
Mereka juga melihat adanya potensi untuk bekerjasama dengan mitra lokal untuk mewujudkan investasinya tersebut.
Pertemuan yang bertemakan business matching ini dijembatani oleh Dubes Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra
Saleh menambahkan, pemerintah tengah mengakselerasi pertumbuhan industri di Indonesia. Beberapa sektor industri yang menjadi prioritas pemerintahan kabinet kerja Jokowi-JK di antaranya makanan minuman, IKM dan lainnya.
"Indonesia butuh lebih banyak lagi percepatan untuk menjadi negara industri, terlebih dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015. Sektor industri perlu percepatan, baik dari sisi program ataupun target," katanya.
(zul/hen)











































