Ini Cara Garam Lokal Bisa Kinclong dan Bersaing dengan Produk Impor

Ini Cara Garam Lokal Bisa Kinclong dan Bersaing dengan Produk Impor

- detikFinance
Rabu, 03 Des 2014 11:50 WIB
Ini Cara Garam Lokal Bisa Kinclong dan Bersaing dengan Produk Impor
Penampakan Tambak Garam, Produksi Secara Tradisional
Jakarta - Sistem Teknologi Ulir Filter (TUF) Geomembran harus mulai dilakukan oleh para petani garam lokal, agar kualitas garam meningkat. Cara ini diyakini bisa meningkatkan kualitas garam lokal sehingga bisa bersaing dengan garam impor (industri).

Selama ini sebagian kualitas garam lokal yang dihasilkan para petani masih rendah, misalnya warnanya yang butek, masih tercampur dengan tanah, hingga kadar Natrium klorida (NaCl) yang rendah.

TUF Geomembran adalah sebuah sistem, air laut yang dialirkan ke dalam kolam penampungan terlebih dahulu dilakukan filterisasi dengan menggunakan ijug sapu, batok kelapa dan batu zeolit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian setelah air laut yang sudah disaring masuk ke dalam kolam penampungan yang sudah terlapisi plastik hitam. Teknik ini diyakini tidak hanya dapat menggenjot produksi garam namun juga memperbaiki kualitas garam lokal.

"Dengan TUF geomembran produksi garam bisa mencapai 120-140 ton/hektar sekali panen dan kandungan NaCl Magnesium lebih dari 97,14%," kata Pelatih di bidang Garam Nasional, Balai Diklat Perikanan Tegal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Drajat saat ditemui detikFinance di Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (3/12/2014)..

Dengan tingginya kadar NaCl magnesium, maka harga jual garam petani juga meningkat dari Rp 400/kg bisa menjadi Rp 700/kg. Lalu garam tersebut juga sudah mampu memenuhi spesifikasi garam industri yang selama ini masih harus dipenuhi dari impor.

"Kadar NaCl Magnesium sebesar 97,14% mampu memenuhi spesifikasi garam industri," tuturnya.

Sayangnya petani garam lokal masih sulit menerapkan teknologi sederhana ini. Salah satu alasannya adalah karena mahalnya harga plastik hitam untuk meja kristal sebagai media tadah garam.

"Biaya produksi untuk pembelian plastik penampang se-meter itu US$ 1 dengan tebal 150 mikron bertahan untuk 4 musim atau 20 bulan. Kalau dinilai kemahalan petani garam bisa pakai plastik biasa berwarna hitam namun hanya tahan 3 musim atau 15 bulan," jelasnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads