Lokasi ini merupakan bengkel pesawat baru di luar area Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, GMF menggaet anak usaha Gallant Venture Ltd, Bintan Aviation Investment (BAI).
GMF akan menyewa fasilitas hanggar selama 30 tahun untuk layanan MRO di Bintan. Sementara pembangunan infrastruktur hanggar perawatan suku cadang dan pesawat dibiayai dan disediakan oleh BAI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembukaan cabang baru GMF ini merupakan bagian dari ekspansi usaha dari anak usaha Garuda Indonesia. Richard menilai bisnis perawatan pesawat masih sangat terbuka lebar. Apalagi posisi Bintan sangat dekat dengan Singapura. Fasilitas bengkel pesawat ini rencananya mulai beroperasi paling cepat akhir 2016.
"Kapasitas di Cengkareng sudah terbatas terbatas. Dalam 20 tahun ke depan binis MRO sangat besar karena pertumbuhan airlines yang besar. Maka kita gandeng Gallant Venture. Mereka sediakan lahan dan pembangunan infrastruktur. Lokasi ini sangat ideal karena dekat dengan Singapura dan masuk area free trade zone," ujarnya.
Untuk fasilitas MRO, rencana dikembangkan dalam 3 tahap. Tahap awal, 2 hanggar perawatan bisa menampung 2 pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747, Boeing 777 hingga Airbus 330, untuk perawatan dan 1 pesawat berbadan lebar (wide body) untuk pengecatan. Selain itu, fasilitas MRO ini mampu membuka lapangan pekerjaan sebanyak 1.500 tenaga teknis pesawat dalam 5 tahun ke depan.
"Kalau lagi tidak ada wide body bisa digantikan untuk pesawat narrow body sebanyak 4 unit (sekelas Boeing 737). Kalau tahap ke-3 selesai, fasilitas MRO di Bintan, bisa 2 kali lebih besar daripada kapasitas di Tangerang," ujarnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama BAI Frans G. Gunara menjelaskan pihaknya menyediakan investasi senilai US$ 135 juta. Dana dipakai membangun fasilitas runway sepanjang 3 km, hanggar hingga terminal penumpang tahap I. Fasilitas bandara dan perawatan pesawat juga mendukung area Bintan sebagai tujuan atau destinasi wisata.
"Kita bangun dukung pariwisata tanpa airport, kita akan tergantung ke Singapura," juarnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murjatmodjo menjelaskan langkah GMF untuk membuka cabang bisnis MRO di luar Cengkareng ialah pilihan tepat. Bisnis perawatan pesawat di Indonesia terus berkembang seiring bertambahnya jumlah pesawat yang dimiliki oleh maskapai domestik.
"Ini dimulainya era GMF keluar dari kandang, keluar dari Bandara Soetta. Ekspansi ke Bintan merupakan tanda-tanda berkembangnya bisnis aircraft maintenance. Ini Prospek ke depan masih sangat cerah," ujarnya.
(feb/hen)











































