Selama periode Januari-September 2014, impor garam dari Australia adalah yang terbesar dengan nilai 1,5 juta ton atau US$ 68,21 juta. Tahun lalu, garam Australia yang masuk ke Indonesia mencapai 1,59 juta ton senilai US$ 73,12 juta.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan mengungkapkan ada alasan kuat penyebab mayoritas garam impor yang didapat Indonesia berasal dari Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partogi menambahkan hingga saat ini produksi garam terbesar di dunia adalah Meksiko. Sayangnya karena letak yang jauh, Indonesia lebih banyak impor garam dari Australia.
"Kalau ke Meksiko terlalu jauh," imbuhnya.
Garam impor yang didatangkan Indonesia dari Australia lebih dialokasikan untuk kebutuhan industri pertambangan dan pulp and paper. Sedangkan untuk kebutuhan farmasi, garam yang diimpor lebih banyak didatangkan dari Uni Eropa.
Berikut ini data terbaru negara pemasok garam impor, antara lain:
- Australia: 1,5 juta ton, US$ 68,21 juta
- India: 235.624 ton, US$ 9,84 juta
- Tiongkok: 24.349 ton, US$ 1,99 juta
- Selandia Baru: 1.656 ton, US$ 656.784
- Denmark: 281,5 ton, US$ 116.071
- Belanda: 268,2 ton, US$ 69.347











































