"Pendirian pabrik ini mempunyai makna penting bagi Indonesia khususnya dalam meningkatkan volume produk hilir kakao dan mendorong kegiatan perekonomian," ujar Saleh dalam sambutannya dalam Grand Opening New Cargill Cocoa Facilities di Kawasan Industri Maspion, Gresik, Rabu (10/12/2014).
Pabrik Cargill ini memiliki kapasitas produksi sebesar 70.000 metrik ton per tahun. Fasilitas pengolahan kakao ini menelan investasi US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun. Pabrik ini menciptakan lebih dari 300 lapangan pekerjaan baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri pengolahan kakao ini berperan penting dalam peningkatan devisa dan peningkatan ekonomi yang berujung pada meningkatnya konsumsi kakao masyarakat," kata Saleh.
Saleh menambahkan, sektor industri merupakan penggerak utama perekonomian nasional yang perlu terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan nilai tambah, pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri, meningkatkan ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Dengan berdirinya pabrik pengolahan kakao Cargill, menjadi indikator semakin membaiknya iklim investasi di Indonesia.
"Kementerian Perindustrian telah menetapkan industri pengolahan kakao sebagai salah satu industri prioritas untuk dikembangkan melalui program hilirisasi," pungkas Saleh.
(iwd/hen)











































