Fokus ke Industri Satelit, RI Belum Bisa Kirim Astronot ke Luar Angkasa

Fokus ke Industri Satelit, RI Belum Bisa Kirim Astronot ke Luar Angkasa

- detikFinance
Rabu, 10 Des 2014 14:15 WIB
Fokus ke Industri Satelit, RI Belum Bisa Kirim Astronot ke Luar Angkasa
Jakarta - Negara tetangga seperti Malaysia sudah mengirimkan astronot mereka ke luar angkasa. Sedangkan Indonesia belum satu pun mengirimkan astronotnya dalam proyek luar angkasa karena lebih pilih fokus ke industri satelit dan pesawat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Republik Indonesia Thomas Djamaluddin di Menara BPPT, Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Ia menjelaskan Indonesia saat ini belum fokus pada program pengiriman astronot ke luar angkasa, alasannya soal prioritas anggaran. Menurutnya pengiriman astronat lebih mengedepankan aspek kebanggaan nasional daripada manfaat dan belum menjadi parameter penguasaan teknologi luar angkasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malaysia dan Arab sudah kirim astronot, anggaran untuk itu tinggi itu dikaitkan dengan national pride tapi belum tentu dikaitan kemampuan negara tersebut dalam mengembangkan teknologi," kata Thomas.

Menurut Thomas, Indonesia memiliki kemampuan untuk menyiapkan teknologi dan orang dalam program astronot.

Dari anggaran yang ada, LAPAN saat ini akan fokus mengembangkan dan memproduksi satelit pengideraan jarak jauh dan satelit telekomunikasi daripada program pengiriman astronot.

"Prioritas saat ini kembangkan satelit. Itu manfaatnya lebih besar. Dampak national pride lebih tampak daripada kirim astronot," ujarnya.

Namun Indonesia memperoleh komitmen dari lembaga antariksa Jepang, yang akan membantu pengiriman WNI ke ruang angkasa.

"Jepang janji fasilitasi. Kita bisa kirim astronot di sana (fasilitas antariksa) untuk kerja," sebutnya.

(feb/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads