Tudingan 'Permainan' di Bisnis Gula, Importir: Itu Isu Sepanjang Tahun

Tudingan 'Permainan' di Bisnis Gula, Importir: Itu Isu Sepanjang Tahun

- detikFinance
Jumat, 12 Des 2014 17:52 WIB
Tudingan Permainan di Bisnis Gula, Importir: Itu Isu Sepanjang Tahun
Jakarta - Importir gula mentah atau raw sugar yang juga produsen industri gula rafinasi mengklaim mengimpor gula sudah sesuai aturan. Impor gula mentah yang diproses menjadi gula rafinasi sesuai kebutuhan gula rafinasi bagi industri makanan dan minuman di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Riyanto mengatakan kapasitas produksi perusahaan gula rafinasi yang berjumlah 11 perusahaan di Indonesia totalnya mencapai 3 juta ton per tahun. Realisasi dari produksi tersebut tergantung dari kuota impor bahan baku berupa gula mentah yang diberikan alokasi izinnya oleh pemerintah.

"Kapasitas pabrik itu ada yang terpasang atau tidak. Yang terpasang itu selalu lebih tinggi. Kenyataannya tergantung dari kuota pemerintah. Yang terakhir tahun kemarin sekitar 3 juta ton," tutur Riyanto kepada detikFinance, Jumat (12/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riyanto mengatakan dengan kapasitas tersebut pihaknya bisa memasok kebutuhan gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman dengan seimbang. "Kalau mamin kebutuhan tahun depan dikatakan tadi 3,2 juta ton," katanya.

Ia menampik adanya gula rafinasi yang merembes ke pasar, karena pihaknya sebagai produsen gula rafinasi sudah menjalankan bisnisnya sesuai aturan. Peningkatan impor yang terjadi menurutnya karena industri makanan dan minuman cenderung mengalami pertumbuhan setiap tahun.

β€Ž"Kita kan selalu pasok industri itu besar menengah kecil mikro. Kalau memerlukan gula rafinasi ya gula rafinasi. Kalau gula rafinasi hanya untuk industri. Karena mutu, ada yang misalnya minuman, kaya Coca Cola dia kan nggak bisa pakai gula putih," jelasnya.

Riyanto menanggapi isu miring soal 'permainan' kuota impor gula yang dituduhkan ke para anggota AGRI, menurutnya isu tersebut terus terulang sepanjang tahun tanpa ada penyelesaian.

β€Ž"Itu kan isu sepanjang tahun dari zaman dulu begitu terus. Kami tidak menanggapi terserah saja. Kita nggak mau berpolemik. Kita konsentrasi di produksi saja," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Nasional APTRI M. Nur Khabsyin menduga ada kongkalikong antara pengusaha gula rafinasi dan pemerintah yang menyebabkan gula impor membanjiri pasar dan dampaknya gula petani tak laku karena kalah bersaing. Kongkalikong dalam bentuk pemberiann kuota impor yang melebihi dari kebutuhan.

Nur mengatakan seharusnya kebutuhan gula rafinasi hanya 2 juta ton, namun impor bahan baku atau raw sugarnya bisa mencapai 3,2 juta ton pada tahun lalu. Tahun ini kuota impor raw sugar untuk bahan baku gula rafinasi sebesar 3,1-3,2 juta ton.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads