Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah juga bisa berdampak positif bagi pasar tekstil dan produk tekstil di dalam negeri. Dolar AS yang menyentuh kisaran Rp 12.700 bakal menyebabkan importir menahan aksi belinya dari luar negeri.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat kepada detikFinance, Senin (15/12/2014). "Ada baiknya juga. Barang impor menjadi lebih mahal, terutama produk jadi," katanya.
Dia mengatakan, dengan mahalnya produk barang jadi yang diimpor tersebut, setidaknya memberikan angin segar terhadap produk dalam negeri. Dengan demikian, kompetisi antara produk impor dengan barang lokal di pasar dalam negeri sedikit melonggar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Ade mengakui bahwa pelemahan rupiah menyebabkan ekspor tekstil mengalami sedikit masalah. Harga produk Indonesia memang akan jadi lebih kompetitif karena pelemahan rupiah, tetapi ini juga bisa menjadi bumerang bagi pelaku usaha.
"Seolah-olah kita mendapat keuntungan. Si buyer jadi minta diskon terus, kan celaka kita. Padahal kita juga impor bahan baku," tutur Ade.
(zul/hds)











































