Oleh karena itu, pemerintah bertekad merelokasi sejumlah industri besar ke Kalimantan. Tekad itu dinyatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di depan pimpinan daerah peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan di Kantor Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (16/12/2014).
"Soal relokasi industri, headline besarnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertekad relokasi industri besar-besar di Kalimantan," ujar Andrinof.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, prioritas-prioritas sektoral tersebut mengharuskan adanya kawasan industri, tak terkecuali di Kalimantan. Karena itu, kawasan industri ini perlu surplus listrik. Maka perlu realisasi pembangkit listrik di mulut tambang.
"Kita mengidentifikasi Kalimantan kaya dengan sumber daya alam. Kita akan arahkan investor untuk investasi di sini, bukan hanya terpusat di Jawa. Dengan adanya insentif itu, kita harapkan juga investor di Jawa dapat beralih ke Kalimantan. Kita juga akan buat pusat pertumbuhan baru di Kalimantan," jelasnya.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan menambahkan, relokasi industri dari Jawa ke Kalimantan akan dilakukan secara hati-hati dan cermat. Menurutnya, bukan sekadar melakukan relokasi, tapi melihat apa kemanfaatan dari relokasi tersebut serta disesuaikan dengan potensi alam.
"Itu penting, relokasi harus dipertimbangkan manfaatnya. Relokasi atau menumbuhkan industri baru? Tapi bahwa potensi dikembangkan, iya," ucapnya.
(rmd/hds)











































