Staf Khusus Menteri Perdagangan Ardiansyah Parman mengungkapkan celah perembesan gula impor selama ini terjadi melalui distributor.
Kemendag berencana mengubah sistem dengan menghapuskan peran distributor swasta dan diganti dengan koperasi. Koperasi ini nanti yang akan mendistribusikan gula rafinasi dari produsen ke industri kecil makanan minuman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemendag mencatat, dari 2,8 juta ton gula rafinasi impor, hanya 20-25% atau sebesar 400.000 ton gula rafinasi impor yang didistribusikan ke 2.173 industri kecil makanan minuman melalui distributor swasta. Sisanya 70-80% langsung didistribusikan dari produsen gula ke industri makanan dan minuman.
"Ini memang kecil-kecil keperluannya 400.000 setahun," imbuhnya.
Sedangkan di satu sisi, Kemendag tetap akan menindak tegas para distributor swasta nakal yang sengaja mendistribukan gula rafinasi impor ke pasar umum. Sanksi tegas yang diberikan Kemendag saat ini baru sebatas pengurangan kuota impor.
"Saat uji lapangan memang ada. 2 tahun terakhir kita kurangi alokasi impor. Tahun ini lebih dari 200.000 ton (raw sugar)," katanya.
(wij/hen)











































