Ketua Umum Gabungan βPengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman menuturkan gula rafinasi tak hanya disalurkan untuk perusahaan-perusahaan besar melainkan juga usaha rumahan seperti industri kecil dan menengah dan usaha kecil dan menengah.
β"UKM ini termasuk kategori industri yang diperbolehkan pakai gula rafinasi. Banyak sekali UKM itu datang ke kami menyampaikan keluhan, mereka sulit dapat gula kristal rafinasi. Dengan gula itu produk mereka lebih baik, awet dan berdaya saing. Kalau industri rumah tangga tak bisa pakai itu, kami khawatir itu akan semakin tertinggal," tutur Adhi saat konferensi pers di Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (18/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya 10% berdasarkan konsumsi keseluruhan," katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengolah Susu Indonesia (APSI)β Yulita Basri mengakui rembesan gula rafinasi ke pasar merupakan isu yang terus menerus berulang. Menurutnya, ada beberapa kemungkinan penyebab gula rafinasi dianggap merembes ke pasar.
Ia menjelaskan, awalnya IKM dan UKM menggunakan gula kristal putih (GKP) tau gula konsumsi untuk keperluan produksinya. Seiring waktu berlalu, industri tersebut beralih menggunakan gula rafinasi yang memiliki kualitas yang lebih baik untuk spesifikasi makanan dan minuman, akhirnya konsumen IKM dan UKM tersebut beralih menggunakan gula rafinasi, sedangkan gula kristal putih pun kehilangan pasarnya.
β"Beberapa industri kecil yang tadinya menggunakan GKP dari pabrik gula kita, tentunya yang ingin memperbaiki kualitas ini beralih. Di panen raya ini, produksi di GKP ini tak terserap ke pasar,β" tuturnya.
Selain itu, Yulita menyebutkan, IKM dan UKM tak memiliki akses langsung ke pabrik yang hanya melayani pembelian dengan jumlah besar. Akhirnya, pabrik menyalurkan gula-gula tersebut melalui distributor hingga menjangkau industri-industri kecil.
"Memang tak menutup kemungkinan, distributor ini kan tidak bertanya ke pembeli kamu industri atau pedagang. Mungkin ada (rembesan) tapi jumlahnya nggak banyak. Kami sangat mendukung upaya pemerintah untuk dapat evaluasi secara jernih. Berapa sebenarnya neraca gula nasional. Jadi benar-benar ini tak mengganggu salah satu pihak," tutupnya.
(zul/hen)











































