Pertumbuhan Industri Non Migas Turun, Menperin: Investor Wait and See

Pertumbuhan Industri Non Migas Turun, Menperin: Investor Wait and See

- detikFinance
Senin, 22 Des 2014 16:08 WIB
Pertumbuhan Industri Non Migas Turun, Menperin: Investor Wait and See
Jakarta - Pertumbuhan industri non migas pada periode Januari-September 2014 menurun dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini disebabkan banyaknya investor yang menahan rencana investasi di tahun ini.

Di periode Januari-September tahun ini, pertumbuhan industri non migas mencapai 5,3%. Meski menurutnya lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi 5,1%. Pertumbuhan industri ini tak menunjukkan kenaikan dibanding tahun lalu.

"Pertumbuhan industri ini mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama di 2013 yang mencapai 6,33%," kata Saleh, dalam Konferensi Pers Akhir Tahun, di kantor Kementerian Perindustrian Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saleh tak heran dengan penurunan pertumbuhan industri di sektor ini. Pasalnya menurut Saleh, pada tahun politik ini, para investor dan pengusaha masih harap-harap cemas melakukan investasi dan perluasan bisnisnya. Alhasil, pertumbuhan industri non migas tak menunjukkan pertumbuhan berarti.

"Yang sudah pasti, kenapa 2014 agak sedikit menurun, karena banyak investor atau pengusaha pada saat itu lebih kepada wait and see. Karena memasuki tahun politik dan akhirnya tak terlalu gencar melakukan investasi karena situasi politik pada saat itu," tutur Saleh.

Saleh yakin, di tahun depan saat situasi ekonomi dan politik membaik, pertumbuhan industri akan membaik. "‎Saya kira nanti di 2015 kami sangat yakin, bahwa akan ada peningkatan tentu dengan berbagai langkah-langkah," tuturnya.

Dia memaparkan, ekspor produk industri di periode Januari-September 2014 mencapai US$ 87,85 miliar, atau meningkat 5,45% di periode yang sama di 2013. "Itu memberikan kontribusi terhadap total ekspor nasional sebesar 66,2%.

Sedangkan neraca ekspor-impor produk industri di periode tersebut tahun ini defisit US$ 5,22 miliar, sedangkan tahun lalu juga terjadi defisit US$ 16,13 miliar.

"Sehingga terjadi penurunan defisit sebesar 67,6%.

(zul/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads