"Harapannya SMK itu bisa bebas (gratis) saja. Biar tenaga kerja kita bisa punya keterampilan lebih. Yang SMA biar diserahkan saja kepada yang mampu, tapi yang SMK gratis," sebut Ade di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin (22/12/2014).
Dengan pembebasan biaya pendidikan untuk SMK, lanjut Ade, diharapkan akan lebih banyak orang yang siap kerja. Dia mengatakan, sebenarnya saat ini pelaku industri sudah mampu menggelar pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kerjanya. Namun, hal itu baru bisa menjangkau tenaga kerja yang sudah bekerja di perusahaan bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila hal ini disikapi serius oleh pemerintah, maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi 'raja' kala pemberlakuan pasar bebas ASEAN. Tenaga kerja yang terampil menjadi modal yang sangat berharga.
"Kalau yang lulus SMK banyak, sebanyak apapun industri di Indonesia pasti kita bisa penuhi. Kalau kelebihan pun bisa dikirim ke luar negeri. Kalau sudah punya bekal, tenaga kerja kita di luar negeri tidak akan seperti sekarang," paparnya.
(dna/hds)











































