Pemerintahan Jokowi-JK mencoba mengakhiri polemik ini dan menargetkan swasembada gula dalam 3-4 tahun ke depan. Program swasembada ini akan diwujudkan melalui rencana pembangunan 10 pabrik gula baru.
Namun, membangun pabrik gula bukanlah hal mudah, keterbatasan lahan menjadi kendala utama. Juga proses konstruksi pembangunan pabrik gula baru membutuhkan waktu bertahun-tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak dari impor tersebut, gula-gula rafinasi yang seharusnya hanya untuk kebutuhan industri merembes ke pasar. Harganya yang lebih murah 'mematikan' gula-gula tebu yang dihasilkan para petani dan pabrik gula lokal. Sehingga para petani dan manajemen pabrik gula lokal berteriak.
Natsir menyebutkan, persoalan ini tak akan selesai hingga 4-5 tahun mendatang, sebelum pabrik gula selesai dibangun. Natsir meragukan 10 pabrik baru tersebut akan tercapai tepat waktu karena mencari lahan tebu dan pabrik tidaklah mudah.
"Jadi pasti terjadi masalah terus kayak Tom and Jerry. Bagaimana pemerintah mencari solusi jangka pendek ini diperbaiki. Kalau membangun pabrik gula itu jangka panjang," tegasnya.
Natsir berharap pemerintah harus mencari cara agar ada penyelesaian yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya Natsir mengusulkan, pemerintah agar membuat peraturan yang mengharuskan industri gula rafinasi menyerap gula hasil produksi tebu-tebu petani.
"Pemerintah harus menggunakan 10% dari produksi nasional gula petani. Misalnya 250 ribu ton, itu wajib dibeli oleh gula rafinasi," tuturnya
Saat ini, kebutuhan gula mentah untuk industri gula rafinasi 100% harus diimpor.
(zul/hen)










































