Menteri Ekonomi Rapat Bahas Baja di Kantor Sofyan Djalil, Ini Hasilnya

Menteri Ekonomi Rapat Bahas Baja di Kantor Sofyan Djalil, Ini Hasilnya

- detikFinance
Selasa, 23 Des 2014 21:24 WIB
Menteri Ekonomi Rapat Bahas Baja di Kantor Sofyan Djalil, Ini Hasilnya
Sofyan Djalil, Menko Perekonomian
Jakarta -

Malam ini, sejumlah menteri berkumpul di kantor Kemenko Perekonomian untuk rapat membahas pengembangan industri baja nasional. Hasilnya, pemerintah sepakat melindungi industri baja dalam negeri dari serbuan produk asing.

"Industri baja, kita perlu memberikan perlindungan yang memadai sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada. Oleh sebab itu, kita melihat sejumlah langkah untuk membuat melindungi industri baja," kata Sofyan Djalil, Menko Perekonomian, di kantornya, Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Menurut Sofyan, saat pasokan baja di dunia sedang tinggi. Oleh karena itu, masing-masing negara berlomba untuk memasukkan produknya ke luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini supply baja di muka bumi sangat tinggi. Maka perusahaan di berbagai negara dumping saja di Indonesia. Bisa habis industri baja kita," tegas Sofyan.

Oleh karena itu, pemerintah akan melindungi industri baja nasional dari praktik dumping negara-negara lain. Ada sejumlah kebijakan yang akan diterapka pemerintah.

"Banyak policy. Misalnya anti dumping sementara, pemanfaatan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), kemudian menetapkan standar essence yang benar sehingga baja-baja yang berkualitas saja yang bisa masuk," papar Sofyan.

Berbagai upaya perlindungan tersebut, tambah Sofyan, akan diterapkan mulai awal 2015. "Januari itu harus mulai," ujarnya.

Untuk mengeksekusi langkah-langkah tersebut, menurut Sofyan, tidak perlu payung hukum baru. "Ini suda ada semua aturannya, cuma belum dieksekusi saja. Sudah disepakati oleh Menkeu, Bea Cukai, Mendag. Just do it," ucapnya.

Selain Sofyan sebagai tuan rumah, rapat ini dihadiri Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franciscus 'Franky' Sibarani.

(hds/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads