Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengatakan Wapres Boediono sempat manargetkan Indonesia bebas impor garam pada 2014.
"Masalah garam setiap tahun menjadi sesuatu yang heboh. Tahun 2010 Pak Boediono saat itu di depan patung Bung Karno di Pulau Ende di bawah pohon 5 cabang mendeklarasikan dan meminta Pak Fadel Muhammad (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan) mengerjakan serta menyusun rencana swasembada garam. Beliau mengatakan saat saya dengan Presiden SBY nanti berhenti, tidak ada lagi impor garam," katanya menirukan ucapan Boediono saat berdiskusi dengan media di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (7/01/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2012 kita sudah swasembada garam konsumsi," imbuhnya.
Sayangnya pencapaian terbaik tersebut tidak terjadi pada garam industri. Dengan berbagai alasan, Indonesia masih membutuhkan garam impor untuk keperluan industri yang spesifikasi khusus.
"Seharusnya 2014 kita sudah swasembada garam industri. Tetapi rencana itu tidak terjadi dan menjadi refleksi lintas kementerian karena belum satu suara untuk swasembada garam ini," jelasnya.
(wij/hen)











































