Direktur Teknologi dan Divisi Pengembangan Bisnis PT Krakatau Posco, Marsidon Simanungkalit mengatakan, akibat dari musibah tersebut beberapa peralatan produksi mengalami kerusakan. Namun kini seluruh kerusakan sudah diperbaiki. PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dengan Posco, Korea Selatan.
"Kalau peralatan rusak pasti ada. Seperti rel bengkok, dindingnya jebol, diganti dindingnya," tutur Marsidon ditemui di Krakatau Posco, Cilegon, Banten, Jumat (16/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sehari tidak produksi itu kita kehilangan Rp 20 miliar. Berarti Potensi kerugian itu Rp 60 miliar," tuturnya.
Menurutnya kerugian materil tak begitu menjadi persoalan bila dibandingkan dengan kerugian non materil. Musibah ini memakan 7 korban yang terkena luka bakar cukup serius. Salah satu dari mereka menghembuskan nafas terakhirnya saat sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina.
"Kerugian kalau yang non material yang sangat kita sayangkan. Ada 7 yang korban, yang berat dua. Kita bawa ke RSPP. Yang mengalami luka bakar parah itu meninggal. Kalau peralatan yang lain bisa dikatakan itu bisa dibilang nggak ada kerugian, memang harus diganti," tutupnya.
Pada 15 Desember 2014 lalu, terjadi ledakan di pabrik baja PT Krakatau Posco di Cilegon, Banten. Ledakan ini sempat menimbulkan asap tebal berwarna cokelat dan terdengar hingga radius 10 kilometer.
(zul/hen)