Adalah PT PAL (Persero), BUMN yang baru mengukir sejarah untuk pertama kalinya mendapatkan pesanan kapal perang dari negara lain. Kementerian Pertahanan Filipina telah memesan 2 unit kapal jenis strategic sealift vessel-1 (SSV)β.
"Untuk kapal perang, ini memang kapal perang pertama di Indonesia yang diekspor. Itu adalah produksi PT PAL," ujar Kepala Humas PAL, Bayu Witjakcono kepada detikFinance, Jumat (23/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kapal niaga itu sudah banyak diekspor. Kalau kapal perang baru pertama ini," ujar Bayu.
Selain Filipina, ada beberapa potensi pasar dari negara lain yang tengah 'menunggu' kapal buatan pabrik PAL di Surabaya ini. Myanmar misalnya, tengah melakukan penjajakan intensif untuk memesan beberapa kapal, termasuk kapal patroli untuk kebutuhan pertahanan negara tersebut.
"Ada juga beberapa negara Afrika. Tapi masih potensi saja," tutupnya.
Kapal yang dipesan Filipina adalah kapal jenis SSV dengan panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter. Nilai kontrak dari pemesanan 2 unit kapal ini mencapai US$ 90 juta atau Rp 1 triliun lebih.
Kapal ini adalah pengembangan atas desain dan teknologi dari kapal jenis LPD (Landing Platform Dock), yang telah diserahkan oleh PAL kepada TNI AL pada 2011 lalu. Dua unit LPD yang telah beroperasi itu adalah KRI Banda Aceh yang membantu evakuasi korban pesawat AirAsia QZ 8501 juga KRI Banjarmasin yang membantu misi pembebasan pembajakan perompak di Somalia.
(zul/dnl)











































