BUMN perkapalan, PT PAL (Persero), telah memenangkan tender pesanan kapal dari Kementerian Pertahanan Filipina. Filipina memesan dua kapal perang berjenis strategic sealift vessel-1 (SSV).
Dalam proses tender, PAL yang sekaligus mewakili Indonesia harus berkompetisi dengan 8 negara lain
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengalahkan Korea Selatan dalam proses tender, itu bisa dikatakan prestasi yang memukau. Karena negara tersebut dikenal sebagai salah satu negara produsen kapal hingga jet untuk perang.
Kapal perang SSV tersebut adalah hasil modifikasi dan pengembangan dari kapal landing platform dock (LPD) yang sudah diproduksi dan diserahkan ke TNI AL pada 2011 silam. Kapal LPD tersebut kini sudah beroperasi bernama KRI Banda Aceh dan KRI Banjarmasin.
Yang menarik, Korea Selatan bisa disebut sebagai 'guru' bagi PAL. Karena kapal LPD diproduksi karena kerjasama antara PAL dan Korea Selatan.
"Korea itu guru kami bisa disebut, yang landing platform dock itu dibangun di PAL dan disupervisi oleh Korea," tutur Kepala Humas PT PAL, Bayu Witjaksono.
Kini, PAL sudah mulai memproduksi kapal perang SSV yang diterima Filipina. Dua unit kapal pengembangan dari LPD tersebut ditargetkan akan selesai dalam tempo 24 bulan atau dua tahun.
"Walaupun Korea guru kami, tapi kami yang menang tender," kata Bayu.
(zul/dnl)











































