Polemik Klaim Proton Jadi Mobnas, Mendag Gobel: Mungkin Salah Paham Bahasa

Polemik Klaim Proton Jadi Mobnas, Mendag Gobel: Mungkin Salah Paham Bahasa

- detikFinance
Selasa, 10 Feb 2015 17:38 WIB
Polemik Klaim Proton Jadi Mobnas, Mendag Gobel: Mungkin Salah Paham Bahasa
Jakarta - Istilah mobil nasional (mobnas) jadi buah bibir pasca MoU antara Proton Holdings BHD dengan PT Adiperkasa Citra Lestari milik Hendropriyono. Peristiwa MoU yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini sempat menuai polemik di publik Indonesia.

Salah satu pemicunya adalah spanduk dalam penandatanganan MoU tersebut dan pernyataan resmi pihak Proton yang berbunyi:

PROTON Holdings Berhad ("PROTON") today announced the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) with PT. Adiperkasa Citra Lestari ("PT ACL") to establish cooperation ties between Malaysia and Indonesia ("Parties") in relation to the development and manufacturing of Indonesia National Car.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel angkat bicara perihal masalah ini. Menurutnya masyarakat Indonesia tidak perlu ambil pusing, karena mungkin saja cuma kesalahpahaman bahasa.

"Mungkin bahasa melayu dan bahasa Indonesia beda, dibilang apa, makanya dibilang mobil nasional. Kesalahpahaman lah," ungkapnya dengan santai di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Apa yang terjadi pada akhir pekan lalu, menurut Gobel baru pada tahap penandatanganan MoU. Pihak Proton perlu mengikuti studi kelayakan atau feasibility study (FS) sebelum membangun pabrik mobil di Indonesia.

"Itu baru seremonial, masih bikin FS. Emang tadi kata-kata namanya national car di belakang kali. Itu perkara beda bahasa melayu dengan Indonesia saja. Serupa tapi tak sama," terangnya.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads