Industri Karoseri Mandek Gara-gara Banyak Truk dan Bus Tua

Industri Karoseri Mandek Gara-gara Banyak Truk dan Bus Tua

- detikFinance
Senin, 23 Feb 2015 18:25 WIB
Industri Karoseri Mandek Gara-gara Banyak Truk dan Bus Tua
Jakarta - Banyak bus dan truk di dalam negeri yang berumur puluhan tahun membuat industri karoseri kehilangan pasar. Pemerintah akan merumuskan aturan agar ada batasan umur bagi truk dan bus.

"Kita harus ada keberanian kita untuk menentukan berapa lama sebuah bus dan truk bisa dipakai. Ini penting, kalau kita tidak ada keberanian, maka industri karoseri tidak akan banyak permintaan tambahan bus baru," kata Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian Soerjono ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/2/2015).

Soerjono mengatakan, saat ini banyak kendaraan truk atau bus berumur di atas 20 tahun, atau bahkan sampai 30 tahun. Selain faktor keselamatan, pembatasan umur kendaraan pun perlu untuk membuat industri dalam negeri berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ganti baju doang, ini kita kalau mau mengembangkan industri. Kita harus membuat pasar baru. Artinya harus ada produk baru.‎ Harus ada keberanian dan kesepakatan. Saya berharap ada aturan seperti itu, sehingga industri kita berkembang. Ini juga harus dikoordinasikan dengan organda," katanya.

Dia menyebut, umur ideal sebuah karoseri truk ataupun bus adalah 15 tahun. Lebih dari 15 tahun, karoseri dari kendaraan tersebut harus segera diganti.

"Idealnya 15 tahun itu saya pikir. Menurut industri karoseri BEP (break even Point)-nya berapa kalau bus baru. Kalau BEP-nya 10 tahun, tambah 5 tahun lagi itu pensiun, ganti bus baru. Kalau begitu engine chassis tumbuh, Hino tumbuh, Mercy tumbuh, industri tumbuh," tuturnya.

"Kalau tidak nanti kan tidak ada pengembangan. Pabriknya sendiri dia tidak akan melebar. Kalau dia bisa ada tambahan, pasar baru dia akan meningkat juga‎," sambungnya.

(zul/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads