"Kita harus ada keberanian kita untuk menentukan berapa lama sebuah bus dan truk bisa dipakai. Ini penting, kalau kita tidak ada keberanian, maka industri karoseri tidak akan banyak permintaan tambahan bus baru," kata Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian Soerjono ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/2/2015).
Soerjono mengatakan, saat ini banyak kendaraan truk atau bus berumur di atas 20 tahun, atau bahkan sampai 30 tahun. Selain faktor keselamatan, pembatasan umur kendaraan pun perlu untuk membuat industri dalam negeri berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, umur ideal sebuah karoseri truk ataupun bus adalah 15 tahun. Lebih dari 15 tahun, karoseri dari kendaraan tersebut harus segera diganti.
"Idealnya 15 tahun itu saya pikir. Menurut industri karoseri BEP (break even Point)-nya berapa kalau bus baru. Kalau BEP-nya 10 tahun, tambah 5 tahun lagi itu pensiun, ganti bus baru. Kalau begitu engine chassis tumbuh, Hino tumbuh, Mercy tumbuh, industri tumbuh," tuturnya.
"Kalau tidak nanti kan tidak ada pengembangan. Pabriknya sendiri dia tidak akan melebar. Kalau dia bisa ada tambahan, pasar baru dia akan meningkat juga," sambungnya.
(zul/ang)











































